browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Sejenak di Surabaya

Posted by on February 12, 2014

Entah kapan terakhir kali ke Surabaya. It’s been a while.

Minggu, 2 Februari 2014 – Memasuki Surabaya setelah melewati jembatan Suramadu dari Madura Trip, kami sempatkan mampir toko Cak Cuk. Ah selalu suka sama orang-orang yang kreatif dalam berkarya [meski banyak nyindirnya]. Seperti kaos ini. Kalau saya beli, berarti saya ndak konsisten karena beberapa hari yang lalu saya dengan bangga pakai kaos ‘Damn, I Love Indonesia’.

kaos cak cuk

kaos cak cuk

Etapi, saya beli kaos Cak Cuk ‘suROCKboyo’ buat [entah] kapan nonton konser rock. Heuheu…

Beberapa kali ke Surabaya, belum pernah berfoto di tugu pahlawan. Dan datanglah kesempatan itu. Jeprat jepret di sekitaran tugu kebanggaan arek Suroboyo :’)

Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan

Masih di area Tugu Pahlawan

Masih di area Tugu Pahlawan

Kelakuan pelancong di Tugu Pahlawan

Kelakuan pelancong di Tugu Pahlawan

Sejak pertama menginjakkan kaki di Surabaya setelah menempuh perjalanan duduk tegak di kereta ekonomi selama 15 jam, saya hanya kepikiran untuk bisa dapetin sambal Bu Rudy. Iya, sambal Bu Rudy, nothing else matters. Tapi sayang, katanya hari Minggu tutup dan juga jaraknya cukup jauh untuk bisa sampai sana. Sedih sudah pasti. Berkali-kali meracau di linimasa tentang kekecewaan ini. Dan tak disangka tak diduga, seseorang membalas kicauan saya dan bilang dia punya sambal Bu Rudy untuk saya. *kaget dan nggak percaya* Tapi memang begitulah kenyataannya. Namanya Mbak Agnes (@agnes_lins), seorang pejalan yang berdomisili di Surabaya. Malam itu, dia menghampiri saya (sebut saja kopdar) di Tunjungan Plaza, tempat musafir berpenampilan gembel seperti saya ini mengemis wifi dan colokan.

Tunjungan Plaza

fakir wifi dan colokan di Tunjungan Plaza

Surprisingly, dia benar-benar membelikan saya 1 dus sambal Bu Rudy. Dan uangnya ndak mau diganti. Duh, kok jadi merepotkan begini. Masih nggak percaya bisa ketemu orang asing sebaik itu. Ternyata #MeetTheStrangers nya masih berlanjut di Surabaya. Bersyukur sangat dan tak henti-hentinya berterima kasih. Makin percaya kan, orang baik selalu dipertemukan dengan orang baik :’)

Bukan cuma itu saja, Mbak Agnes ini menemani saya ngobrol di TP, mengantar saya ke bandara dengan motornya, dan… menemani saya menginap di bandara Juanda sampai keesokan subuhnya. Duh, makin ndak enak hati. Tapi begitulah. Jangan pernah menolak kebaikan orang lain. Dan lain waktu, giliran kamu berbuat seperti itu untuk orang lain. Lalu terbentuklah lingkaran kebaikan. Insya Allah.

Bandara Juanda Surabaya

Menginap di Bandara Juanda Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *