browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pengemis Amin

Posted by on April 29, 2014

“Tuhan, berapa banyak amin yang dibutuhkan untuk mengabulkan niat baik saya, Tuhan?” tanya saya dalam hati.

Entah apa yang merasuki pikiran saat saya berucap janji itu. Janji yang sama sekali tidak mudah untuk ditepati. Janji yang saya sendiri pun tak yakin bisa menepatinya.

Apa boleh buat. Janji sudah terucap. Malaikat sudah mencatat. Dan semua mulai berharap.

Tuhan, jangan biarkan saya menjadi takabur dan mendahului rencana-Mu. Engkaulah pemilik segala skenario ini. Saya hanyalah lakon kecil dalam cerita besar-Mu.

Mungkin betul. Kata lain dari janji yang sudah terlanjur terucap itu adalah niat. Dan saya tak pernah berniat sejauh ini. Konon, niat dan usaha akan didukung oleh semesta. Iya, yakinlah semesta mendukung.

Lantas, salahkah saya jika saat ini menjadi pengemis amin? Berharap amin dari mereka akan membawa niat saya lebih dekat kepada kenyataan.

Can I get an amin?

 

2 Responses to Pengemis Amin

  1. siapapun

    allahuma aamiin.. aamiin..
    tep semangat kak ellie :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *