Sing Me a Sad Song

Konon musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan siapapun, dimanapun dan bagaimanapun perasaan mereka. Musik menjadi semacam vitamin yang dibutuhkan semua orang hingga pada level candu.

Musik yang asik berpadu dengan lirik yang apik membuat hati siapapun yang mendengarnya pasti terusik.

Foto http://abdqib94.blogspot.com/

Gambar http://abdqib94.blogspot.com/

Konon katanya juga, musik bisa menyembuhkan hati yang terluka. Katanya sih begitu. Tapi kenapa justru lebih banyak lagu sakit hati beredar dibandingkan lagu gembira? Mungkin karena orang yang sedang sakit hati perasaannya lebih sensitif dan peka. Jadi, lagu-lagu sakit hati itu akan diclaim sebagai soundtrack hidup mereka yang kemudian diputar berulang-ulang setiap harinya.

Read more »

Categories: Unspeakable | 1 Comment

Bringasnya Fans Avril Lavigne

I’ve been a fan of Avril Lavigne since her very first abum, Complicated. Album-album berikutnya sih nggak segitunya, cuma tau lagu-lagu hitsnya aja. Tapi tetep mengagumi just the way she is, meski kini kesan rock starnya sudah berganti menjadi pop rock princess.

Avril Lavigne on stage

Avril Lavigne on stage

Rabu, 12 Maret 2014, kali ketiga Avril Lavigne menggelar konser di Jakarta. Dan kali ini saya tak mau melewatkannya. Semacam butuh asupan energi ala Avril Lavigne. Tiket VIP Festival yang lumayan mahal pun sudah dipesan jauh-jauh hari. Berharap area VIP akan memberi kenyamana lebih saat Avril mentransfer energinya ke penonton. Tapi kenyataan justru berkata lain.

Read more »

Categories: What Goes Around | Tags: , | 1 Comment

Plesiran di Cirebon

“Maret akhirnya datang juga. Wake me up at 4 am on the first day of March! #MembunuhAkhirPekan”, kicauan saya di penghujung malam di akhir Februari lalu.

Kota Cirebon

Kota Cirebon

Sabtu,1 Maret – #MembunuhAkhirPekan sudah menjadi rutinitas yang selalu saya nantikan. Kali ini, saya melirik kota Cirebon yang konon sudah menjadi pilihan destinasi wisata akhir pekan warga ibukota dan Bandung. Beberapa kali saya temukan open trip yang menawarkan perjalanan ke Cirebon hanya dalam waktu satu hari, alias one day trip. Saya pikir-pikir, kalau hanya city tour, saya lebih menikmatinya tanpa rombongan orang tak dikenal yang kebanyakan foto diri. Saya ditemani @synthianatalia yang desperately ingin diajak jalan kemanapun di akhir pekan. Cocok!

Read more »

Categories: Travellie_ | Tags: , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sejenak di Surabaya

Entah kapan terakhir kali ke Surabaya. It’s been a while.

Minggu, 2 Februari 2014 – Memasuki Surabaya setelah melewati jembatan Suramadu dari Madura Trip, kami sempatkan mampir toko Cak Cuk. Ah selalu suka sama orang-orang yang kreatif dalam berkarya [meski banyak nyindirnya]. Seperti kaos ini. Kalau saya beli, berarti saya ndak konsisten karena beberapa hari yang lalu saya dengan bangga pakai kaos ‘Damn, I Love Indonesia’.

kaos cak cuk

kaos cak cuk

Etapi, saya beli kaos Cak Cuk ‘suROCKboyo’ buat [entah] kapan nonton konser rock. Heuheu…

Read more »

Categories: Travellie_ | Tags: , , , , , | Leave a comment

Len Jelenan Ka Madhureh

Entah apa yang membawa kaki ini melangkah hingga ke Pulau Madura.

Selamat Datang di Madura

Selamat Datang di Madura

Kamis, 30 Januari – Cerita ini dimulai dengan drama lupa nggak bawa ktp atau ID apapun saat hendak memasuki stasiun. Menempuh jarak hingga 784km dalam waktu 15 jam bersama mas-mas yang duduk manis di hadapan dan sebuah keluarga bahagia dengan 2 anak perempuannya yang hiperaktif di dalam kereta ekonomi Gaya Baru Malam. Akrab, mungkin itulah tujuan konsep kereta ekonomi. Dengan lutut hampir bersinggungan sesama penumpang lain yang duduk berhadapan, dan dengan bangku minimalis yang diduduki oleh 3 penumpang. Ndak kebayang jika harus berbagi bangku dengan orang berbadan besar.

Ini bukan kali pertama saya naik kereta ekonomi. Dulu sekali jaman masih SD dan rajin mudik ke Cepu setiap Lebaran, kami hanya mampu membeli tiket kereta ekonomi yang harganya 40ribuan. Seperti semua pemudik, uang bukanlah penghalang untuk bisa menikmati hari raya di kampung halaman. Meski kereta ekonomi saat ini sudah lebih baik dengan AC, nomor duduk dan larangan pedagang asongan masuk ke dalam gerbong, tetap saja larangan-larangan tersebut bisa dilanggar. Orapopo, toh saya pun jadi bisa menikmati lontong pecel si mbok di dalam kereta.

Read more »

Categories: Travellie_ | Tags: , , , , , | Leave a comment

Dimanakah Sumber Air Mata?

Siang tadi di kelas rumah singgah, saya diminta mendampingi anak-anak untuk menulis bertemakan “Air”. Iya, dalam rangka menuju Hari Air Sedunia yang akan diperingati setiap tanggal 22 Maret.

“Ka, bingung nih mau nulis apa”

“Temanya air. Bisa apa aja. Mulai dari air bersih, sumber mata air, air hujan, air terjun, banjir. Asal jangan air mata”.

Sontak mereka tertawa. Saya pun turut serta. Tapi di dalam hati, saya mengiyakan ucapan saya itu. Iya, jangan pernah menulis tentang air mata, kecuali air mata bahagia.

Rahasia Tuhan. Diujung malam ini saya justru teringat ucapan saya siang tadi. Dan fakta yang baru saya temukan membuat saya ingin meluapkannya. Entah dengan air mata, atau tulisan tentang air mata.

Saya penasaran. Kenapa di saat-saat tertentu, kita menangis dan tidak bisa menahannya? Dari manakah datangnya air mata? Dari hati? Perasaan? Atau pikiran? Bisa jadi dari hati yang tersakiti. Bisa jadi dari perasaan yang dibohongi. Atau dari pikiran yang dipermainkan. Bisa jadi. Darimanapun datangnya mereka, air mata yang keluar tidak bisa dikembalikan lagi.

Categories: Unspeakable | Leave a comment