browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Menyelamatkan / Diselamatkan Siapa?

Posted by on April 13, 2014

Di kapal nelayan kecil bermesin satu ini, menuju Pulau Gosong dari Pulau Biawak, pikiran saya melayang jauh. Cukup jauh.

Cukup jauh untuk seseorang yang sedang [mencoba] menikmati libur akhir pekannya sendirian bersama orang asing.

Kalau ombak di pagi hari ini terlalu besar untuk diterjang.
Kalau hujan mengguyur deras dan badai menghampiri.
Kalau kapal kecil ini tak sanggup bertahan dan akhirnya karam.
Apa yang akan saya lakukan?

Atau apa yang akan orang lain lakukan?
Menyelamatkan diri sudah pasti. Tapi saat sadar diri sendiri akan mampu bertahan, kamu akan menyelamatkan siapa?

Lalu, kamu akan diselamatkan siapa? Adakah orang lain akan menyelamatkan kamu? Atau tahukah kamu ada berada di urutan nomor berapa untuk diselamatkan? Sadar bahwa kamu tidaklah penting untuk orang-orang ini.

Ah sudahlah. Percaya saja Tuhan yang akan menyelamatkanmu.

*pikiran ini muncul saat tadi, sesaat sebelum naik ke kapal, saya dan 2 orang asing bercanda yang tidak semestinya. “Siapa yang akan kita tenggelamkan pertama saat kapal kelebihan muatan”.

– Pulau Biawak, 13 April 2014, 8.55 WIB –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *