browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Dimanakah Sumber Air Mata?

Posted by on February 8, 2014

Siang tadi di kelas rumah singgah, saya diminta mendampingi anak-anak untuk menulis bertemakan “Air”. Iya, dalam rangka menuju Hari Air Sedunia yang akan diperingati setiap tanggal 22 Maret.

“Ka, bingung nih mau nulis apa”

“Temanya air. Bisa apa aja. Mulai dari air bersih, sumber mata air, air hujan, air terjun, banjir. Asal jangan air mata”.

Sontak mereka tertawa. Saya pun turut serta. Tapi di dalam hati, saya mengiyakan ucapan saya itu. Iya, jangan pernah menulis tentang air mata, kecuali air mata bahagia.

Rahasia Tuhan. Diujung malam ini saya justru teringat ucapan saya siang tadi. Dan fakta yang baru saya temukan membuat saya ingin meluapkannya. Entah dengan air mata, atau tulisan tentang air mata.

Saya penasaran. Kenapa di saat-saat tertentu, kita menangis dan tidak bisa menahannya? Dari manakah datangnya air mata? Dari hati? Perasaan? Atau pikiran? Bisa jadi dari hati yang tersakiti. Bisa jadi dari perasaan yang dibohongi. Atau dari pikiran yang dipermainkan. Bisa jadi. Darimanapun datangnya mereka, air mata yang keluar tidak bisa dikembalikan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *