browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Unspeakable

Bahu Untuk Bersandar

Entah kenapa bahu menjadi bagian tubuh favorit saat kita sedang bersedih. A shoulder to cry on, katanya sih. Apalagi bahu seseorang yang paling bisa membuat kita merasa nyaman. Yang jadi masalah sekarang adalah, bagaimana jika tidak ada bahu yang tersedia saat dibutuhkan. Bermula dari obrolan ceria dengan seorang teman yang kemudian menyadarkan bahwasannya bahu sendiri … Continue reading »

Categories: Unspeakable | 2 Comments

[bukan] Penggemar Hujan

Layaknya senja, hujan pun dicinta dan dipuja. Sudah beberapa hari terakhir ini ibukota diguyur hujan. Hujan yang cenderung berlebihan karena banyak titik kota lumpuh akibat banjir. Adakah hujan masih dipuja? Saya menyukai hujan. Tapi bukan penggemar hujan. Saya bisa menikmati tiap tetes hujan yang jatuh. Bisa juga tak peduli. Saya bisa dengan mudahnya terbawa suasana … Continue reading »

Categories: Unspeakable | Leave a comment

#LaguTergalau

Seorang selebtweet memancing keriuhan dengan tagarnya #LaguTergalau malam ini. Entah apa yang merasuki saya saat itu, mungkin karena bosan menanti TransJak yang tak kunjung tiba, saya pun ikut memeriahkan linimasa dengan tagar itu. “Ikutan ah. #LaguTergalau Listen by Beyonce. Listen, I am alone at a crossroad. I’m not at home in my own home” Entah … Continue reading »

Categories: Unspeakable | Leave a comment

It’s a long road…

When you’re on your own…

Categories: Unspeakable | Leave a comment

Duduk Dalam Diam

Perjalanan saya ke negeri penuh cinta tempo hari membawa saya ke perasaan-perasaan yang tidak saya inginkan. Entah kenapa tetiba saya suka sekali mendokumentasikan bangku-bangku kosong yang ada di taman. Tampak indah, sayangnya kosong tidak ada yang mendudukinya. Kemudian pikiran saya melayang ke 5000an km jauhnya.

Categories: Unspeakable | Leave a comment

Lebih Dekat dengan Atap Langit

Terbang di jam-jam tertentu itu selalu menarik. Terlebih bagi yang duduk di window seat. Biasanya pagi hari menjelang matahari terbit atau sore hari menjelang matahari terbenam. Setelah mata ini dimanjakan dengan indahnya semburat di ufuk barat, saat ini perjalanan saya yang masih panjang menuju pulang ditemani oleh barisan bintang. Seolah kita sangat dekat dengan bintang … Continue reading »

Categories: Unspeakable | Leave a comment